Cari Blog Ini

Memuat...

Senin, 11 Oktober 2010

DESKRIPSI DIRI

INSTRUMEN SERTIFIKASI DOSEN

Deskripsi Diri




IDENTITAS DOSEN


1. Nama Dosen yang diusulkan : MOH. MASRUR
2. NIP/NIK/NRP : 19720809 200003 1 002
3. Perguruan Tinggi Pengusul : IAIN WALISONGO SEMARANG
4. Nomor Peserta
5. Rumpun/Bidang Ilmu yang Diajukan :
: -
TAFSIR – ILMU TAFSIR



















DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI ISLAM
KEMENTERIAN AGAMA RI
2010
DESKRIPSI DIRI DOSEN

Deskripsikan dengan jelas apa saja yang telah Saudara lakukan yang dapat dianggap sebagai prestasi dan/atau kontribusi bagi pelaksanaan dan pengembangan Tridharma Perguruan Tinggi, yang berkenaan dengan hal-hal berikut. Deskripsi ini perlu dilengkapi dengan contoh nyata yang Saudara alami/lakukan dalam kehidupan profesional sebagai dosen.

A. Pengembangan Kualitas Pembelajaran

A.1. Berikan contoh nyata usaha kreatif yang telah atau sedang Saudara lakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran; dan jelaskan dampaknya!

Deskripsi:
(1) Usaha kreatif : Setiap kali memulai perkulian baru di awal semester, saya selalu melakukan brainstorming pembelajaran terlebih dulu kemudian dilanjutkan dengan melakukan kontrak belajar dengan mahasiswa. Brainstorming ini penting diberikan karena untuk merangsang gairah dan minat belajar mahasiswa di kelas. Sekalipun sudah berstatus mahasiswa, tetapi perilaku belajar mereka sering saya dapati tidak lebih baik dibanding ketika mereka masih berada di bangku SLTA. Kebanyakan mahasiswa kalau ditanya satu persatu tidak punya perencanaan dan agenda kuliah yang matang. Materi yang saya berikan dalam brainstorming tersebut antara lain : Perencanaan dan agenda kuliah, pendidikan untuk kemandirian hidup, kiat belajar sukses di Perguruan Tinggi, long life education, belajar dari pengalaman, dll.
Dampak yang bisa dirasakan dari pemberian brainstorming pembelajaran tersebut antara lain mahasiswa lebih memiliki kesiapan dini dalam mengikuti proses pembelajaran di PT, terbiasa membuat perencanaan kuliah, menyadari arti pentingnya belajar untuk kemandirian hidup.
Setelah brainstorming dianggap cukup, saya lalu menyampaikan kontrak belajar dengan mahasiswa perihal materi kuliah (Silabus dan SAP), metode dan setrategi pembelajaran yang dipakai, tata tertib perkuliahan yang disepakati bersama, penjadwalan ulang waktu kuliah, jenis-jenis penugasan mahasiswa dan sistem evaluasi pembelajaran yang dipakai.

(2) Usaha kreatif : Pada mulanya metode kuliah yang sering saya pakai di kelas adalah ceramah dan diskusi kelompok. Kenapa menggunakan ceramah karena metode ini adalah merupakan metode pembelajaran yang paling tua dan yang paling sering digunakan oleh para dosen, matode yang lainnya adalah diskusi kelompok. Kelas saya bagi ke dalam beberapa kelompok, kemudian masing-masing kelompok saya beri tugas untuk menyiapkan paper presentasi yang mengupas tema-tema sesuai silabus terkait. Beberapa semester metode ini saya pakai dalam perkuliahan.
Dampaknya, setelah saya lakukan evaluasi baik secara tertulis maupun lisan dengan melakukan review yang bersifat mingguan disetiap awal atau akhir perkuliahan, hasil akhirnya ternyata tingkat pencapaian hasil belajarnya kurang memenuhi target. Sekalipun materi kuliah sudah selesai didiskusikan oleh semua kelompok, kurang dari 65% dari materi yang bisa diserap oleh mahasiswa. Umumnya setiap kelompok hanya menguasai tema tugasnya sendiri, sementara tema-tema lain di luar tugas utamanya kurang menjadi perhatiannya. Padahal semua tema kuliah yang didiskusikan melalui penugasan diskusi kelompok tersebut adalah satu-kesatuan yang tidak bisa terpisahkan.
Belajar dari kasus tersebut, disamping karena terinspirasi oleh pengalaman hasil mengikuti “TOT Active Learning for Higher Education (ALFHE)” yang diselenggarakan oleh USAID tahun 2009 di Batu Malang, maka pada semester-semester selanjutnya saya lebih memilih model-model pembelajaran yang berbasis active learning. Diantaranya yang sering saya terapkan di kelas adalah “model pembelajaran berbasis masalah” dan “Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Investigasi kelompok”. Dampak yang dihasilkan dengan menggunakan setrategi active learning ini, semangat belajar mahasiswa bertambah serius, pembelajaran lebih berpusat pada mahasiswa, pertanyaan-pertanyaan yang mereka ajukan langsung bisa direspon oleh temennya sendiri, pada saat mengkaji topik tertentu setiap mahasiswa berusaha menyampaikan pengalaman dan pendapat terbaiknya, mahasiswa dan akhirnya hasil nilai belajarnya 80–90% baik dan lulus.
(3) Usaha kreatif : Sejak ruang kelas/kuliah di Fakultas Ushuluddin IAIN Walisongo dilengkapi dengan multi media (smart class) saya selalu memanfaatkan media tersebut sebagai alat pembelajaran. Hal ini saya lakukan dengan menyampaikan materi kuliah dalam bentuk power point dan kemudian saya tayangkan melalui LCD Projector/in focus. Powert point saya buat semenarik mungkin dengan pilihan font, baground serta animasi yang saya sesuaikan dengan tema/materi kuliah yang saya berikan.
Dalam mata kuliah Kajian Tafsir Klasik-Modern yang saya ampu, fasilitas LCD yang ada di ruang kuliah disamping utk menayangnkan power point pembelajaran yang saya berikan, juga saya manfaatkan untuk menayangkan CD kitab-kitab keislaman. Diantara CD yang sering saya tayangkan di kelas adalah al-Maktabah al-Syamilah sebagai rujukan primer resources guna melacak sumber-sumber asli dari kitab tafsir babon yang tersedia.
Dampak dari suasana pembelajaran yang berbasis TIK tersebut, ternyata kelas menjadi lebih bergairah dan hidup, problem mengantuknya mahasiswa saat mengikuti kuliah terutama di siang dan sore hari secara efektif bisa dikurangi, serta mahasiswa lebih memahami materi yang saya berikan hal ini nampak dari prestasi mahasiswa yang meningkat jika dilihat dari sebaran nilai ujian dan membaiknya kualitas tugas mahasiswa. Manfaat lain, mahasiswa langsung bisa kita tunjukkan beberapa buku tafsir “babon” sekaligus menelaah beragam penafsiran para mufassir tanpa harus bersusah-susah membawa kitab-kitab tafsir yang berjilid-jilid tersebut ke ruang kuliah.

A.2. Berikan contoh nyata kedisiplinan, keteladanan, dan keterbukaan terhadap kritik yang Saudara tunjukkan dalam pelaksanaan pembelajaran.
Deskripsi:
(1) Kedisiplinan : Dalam menjalankan tugas sehari-hari di kampus, saya selalu berusaha menjaga kesiplinan kerja. Kedisiplinan kerja ini saya terapkan baik ketika berhadapan dengan pimpinan, teman seprofesi, staf administrasi maupun mahasiswa. Diantara kedisiplinan diri yang selama ini selalu saya usahakan dan pertahankan adalah melaksanakan semua tugas yang diberikan oleh pimpinan terutama yang terkait dengan kepanitiaan yang bersifat ad hoc, disamping melaksanakan tugas-tugas pokok saya sebagai dosen antara lain selalu meng-upgrade Sillaby dan SAP disetiap awal semester, menyetorkan nilai mahasiswa (semesteran, bimbingan skripsi, PPL/KKL) tepat waktu, menyebarkan ide dan gagasan lewat tulisan yang dimuat di beberapa Jurnal Ilmiah.
Terkait dengan pembelajaran di kelas, karena di setiap awal kuliah saya selalu melakukan kontrak belajar dengan mahasiswa, yang isinya antara lain menjaga kedisiplinan waktu masuk kelas. Toleransi keterlambatan masuk kelas disepakati bersama, maksimal 10 menit ini berlaku bagi mahasiswa maupun bagi saya sebagai dosen. Maka, kalau saja masih ada mahasiswa yang terlambat lebih dari waktu toleransi yang disepakati, saya persilahkan meninggalkan kelas. Demikian juga sebaliknya, mahasiswa saya persilahkan menolak kehadiran saya atau bahkan melaporkan saya kepada pimpinan, kalau saya datang terlambat.
Keteladanan. Berhasil atau tidaknya pembelajaran yang diberikan di kelas, sesungguhnya terkait dengan sanggup tidaknya “seorang dosen” memberikan tauladan atas keilmuan atau perilaku sosial kesehariannya kepada para mahasiswa. Saya selalu berusaha menunjukkan kepada mahasiswa beberapa karya ilmiah yang pernah saya tulis dan dimuat di beberapa Jurnal Ilmiah yang diterbitkan di lingkungan IAIN Walisongo terutama yang terkait dengan topik kuliah, ini saya lakukan karena saya ingin menunjukkan kejujuran ilmiah kepada mahasiswa baik dalam hal mengutip sumber-sumber rujukan maupun dalam hal menganalisis suatu permasalahan. Di sela-sela kuliah, saya juga kerap kali bercerita tentang perjuangan dan pengalaman hidup yang pernah saya alami, dengan cerita yang saya berikan dan berbagi pengalaman tersebut saya berharap ada mahasiswa yang terinspirasi olehnya.
Keterbukaan terhadap krtitik. Orang lain itu adalah cermin dalam kehidupan kita, kalau orang lain menilai kita baik, maka baik pula kita. Sebaliknya, kalu ada orang lain yang menilai kita tidak/kurang baik, maka tidak baik pula sebenarnya kita. Kritik adalah media yang bisa digunakan untuk menilai baik atau tidak, berhasil atau tidak pembelajaran yang kita lakukan. Selama ini, saya berusaha menerima dengan senang hati atas berbagai kritik/koreksi yang diberikan baik yang datang dari pimpinan, teman sejawat, karyawan administrai maupun dari mahasiswa. Bahkan di akhir setiap perkuliahan, saya selalu membagikan formulir isian yang berisi adalah : tanggapan mahasiswa atas jalannya proses pembelajaran di kelas, meminta kritik usul dan saran mahasiswa terkait dengan tema-tema kuliah yang lebih up to date serta sumber-sumber referensi kontemporer yang terkait dengan mata kuliah yang ada.
Sebagai dosen yang mendapat tugas tambahan di Rektorat, suatu hari malalui salah seorang Kabag di Institut, saya diberi masukan kalau saya sering dianggap “keras kepala” oleh pimpinan dalam kaitannya dengan pelaksanaan program kegiatan. Atas masukan dan kritik tersebut, saya mengucapkan “terima kasih” dan menerima dengan lapang dada sekaligus sebagai bahan instropeksi diri saya untuk perbaikan diri di kemudian hari.

B. Pengembangan Keilmuan/Keahlian :

B.1. Sebutkan produk karya-karya ilmiah (buku, artikel, paten, dll) yang telah Saudara hasilkan dan pihak yang mempublikasikannya. Bagaimana makna dan kegunaannya dalam pengembangan keilmuan. Jelaskan bila karya tersebut memiliki nilai inovatif

Deskripsi :
(1) Produk karya-karya Ilmiah :
Jenis Judul Karya Ilmiah Tahun Keterangan
Penelitian Relevansi Paradigma Politik Cak Nur ”Islam Yes, Partai Islam No” dalam Konteks Perpolitikan Umat Islam Indonesia Kontemporer. 2010 sebagai peneliti individual
Survey : Study on Parent & Community Attitude Toward Madrasah Education Independent Monitoring and Evaluasion of the MEDP Project (TA No.:4891-INO) Asian Development Bank, tanggal 9 – 16 March 2009 di Kabupaten Cilacap Jawa Tengah 2009 sebagai surveyor
Survey : Baseline Study Independent Monitoring and Evaluasion of the MEDP (TA No.:4891-INO) Asian Development Bank, tanggal 4 – 11 Januari 2009 di Kabupaten Cilacap Jawa Tengah. 2009 sebagai surveyor
Kyai Soleh Darat dan RA. Kartini : Menguak Sejarah Penulisan Tafsir Faid al-Rahman karya Soleh Darat, Penelitian Individual Mandiri di IAIN Walisongo. 2008 sebagai peneliti individual
Survey Kesehatan Reproduksi Mahasiswa di Semarang, kerjasama JEN dengan 5 PTN/PTS di Semarang. 2007 sebagai konsultan peneliti
Corak Sufisme Jawa : Pergumulan antara Tawasuf Heterodoks dan Ortodoks, Penelitian Individual DIPA IAIN Walisongo. 2005 sebagai peneliti individual
Potensi ZIS/BAZIS di Jawa Tengah untuk Pemberdayaan Masyarakat, kerjasama Balitroh Depag Semarang dengan Balitbang Propinsi Jawa Tengah. 2004 sebagai anggota peneliti
Jurnal Ilmiah Kyai Soleh Darat, Tafsir Faid al-Rohman dan RA. Kartini, jurnal TEOLOGIA Fak. Ushuluddin IAIN Walisongo Semarang, Vol.20, Nomor 2, Juli 2009. 2009 sebagai penulis
Kudeta Makkah : Sejarah yang Tak Terkuak, Book Review, jurnal Taqaddum, (UPMA IAIN Walisongo Semarang), Vol.2, Nomor 2, Nopember 2009 2009 sebagai reviewer
Prof. Fazlur Rahman (1919–1988): Perintis Metode Tafsir Kontekstual, jurnal Taqaddum, (UPMA IAIN Walisongo Semarang), Vol.2, Nomor 1, Juli 2009. 2009 sebagai penulis
Rekonstruksi Pemikiran Islam Klasik (Kalam dan Tasawuf) Perlukah ? jurnal Taqaddum, (UPMA IAIN Walisongo Semarang), volume.1, Juli 2008 2008 sebagai penulis
Sufisme Jawa Awal : Pergumulan antara Tasawuf Ortodoks dan Heterodoks, jurnal TEOLOGIA, (Fak. Ushuluddin IAIN Walisongo Semarang), vol.18, 1, Januari 2007. 2007 sebagai penulis
Mengenang Cak Nur : Dari Pembaharu sampai Guru Bangsa, jurnal Wahana Akademika (Kopertais wil.X Jateng, Pebruari, 2006).
2006 sebagai penulis
Model Penulisan Tafsir al-Qur’an di Nusantara abad ke-17 – 20, jurnal Teologia, (Fak. Ushuluddin IAIN Walisongo, Vol.16, nomor 2, Juli 2005). 2005 sebagai penulis
Tarjuman al-Mustafid : Tafsir al-Qur’an Pertama di Nusantara, jurnal Wahana Akademika, (Kopertais wil.X Jateng, Volume 7, nomor 1, Pebruari 2005). 2005 sebagai penulis
Tasawuf dan Islamisasi di Jawa, jurnal Analisa, (Balitbang Depag Semarang, Nomor 17, tahun IX, April 2004). 2004 sebagai penulis
Sistem Peguron dalam Tradisi Sufi : Telaah atas Etika Mistik Imam al-Ghazali, Jurnal Wahana Akademika, (Kopertais, wil.X Jawa Tengah, Volume 6, Januari – Juni 2004). 2004 sebagai penulis
Syaikh Siti Jenar dan Penyebaran Tasawuf Falsafi di Jawa, jurnal Dewa Ruci, (Pusat Kajian Islam dan Budaya Jawa IAIN Walisongo, edisi 8, Januari-Juni 2004). 2004 sebagai penulis
Cak Nur dan Desakralisasi Konsep Negara Islam, jurnal Teologia, (Fak. Ushuluddin IAIN Walisongo, Vol.12, nomor 1, Pebruari 2004). 2004 sebagai penulis
Buku Manual Prosedur Penjaminan Mutu Akademik IAIN Walisongo, Rasail – Walisongo Press. 2009 sebagai editor
Mengenal Para Mufassir al-Qur’an di Nusantara, Buku Ajar Mata Kuliah PTI (Perkembangan Tafsir di Indonesia), belum diterbitkan. 2007 sebagai penulis
Pengembangan Kurikulum Madrasah Diniyah di Mijen Semarang, buku project pengembangan Madin oleh IAIN Walisongo, belum diterbitkan. 2006 sebagai anggota pe nulis
Khutbah-Khutbah Pemberdayaan Masyarakat, diterbitkan oleh UMS Press, Surakarta. 2005 sebagai anggota pe nulis
Tasawuf Kontesktual : Memaknai Inklusifitas Keberagamaan, diterbitkan oleh LPK2 Semarang – Pustaka Pelajar Jogjakarta. 2003 Sebagai editor
Makalah yg dipresentasikan “Model-model Pembelajaran Aktif di Perguruan Tinggi”, makalah dipresentasikan pada forum Workshop Active Learning for Higher Education (ALFHE) bagi dosen muda IAIN Walisongo, tgl. 14 – 15 Mei 2010. 2010 sebagai narasumber
“Prinsip-prinsip Penyusunan RAB : Rasional, logis dan akuntable”, makalah dipresentasikan pada kegiatan Workshop Pembinaan Qoryah Toyyibah oleh PW. Aisyiyah Jateng tgl. 26 – 29 Pebruari 2010 di wisma BKKBN Ambarawa. 2010 sebagai narasumber
“Memperbincangkan Manhaj Tafsir Doble Movement Gagasan Fazlur Rahman”, makalah diperesentasikan pada forum diskusi rutin dosen Fak. Ushuluddin IAIN Walisongo. 2009 sebagai narasumber
“Analisis SWOT dalam Kepemimpinan”, makalah disampaikan pada forum Workshop Bidang kemahasiswaan IAIN Walisongo 2008 sebagai narasumber
“Model-Model Pendampingan Pemberda-yaan Masyarakat MPM PWM Jawa tengah”, makalah dipresentasikan pada forum lokakarya sehari di Universitas Muhamadiyah Purwokerto, tgl. 10 Desember 2007. 2007 sebagai narasumber
“Kitab-Kitab Tafsir Karya Ulama Nusantara : Pemetaan Metodologi”, makalah dipresentasikan dalam forum diskusi dosen Fak. Ushuluddin IAIN Walisongo 2007 sebagai narasumber
“Membangun Paradigma Islam di Tengah Perkembangan Masyarakat Global”, makalah dipresentasikan dalam forum diskusi dosen Fak. Ushuluddin IAIN Walisongo. 2007 sebagai narasumber
“Problem Solving”, makalah disampaikan pada forum Workshop Bidang kemahasiswaan IAIN Walisongo. 2007 sebagai narasumber
“Teori dan Aplikasi Tipologi Kepemimpinan”, makalah disampaikan pada forum Workshop Bidang kemahasiswaan IAIN Walisongo. 2006 sebagai narasumber
“Potret Guru TPQ : Antara Kareir dan Kesejahteraan”, makalah disampaikan pada forum Diklat Guru TPQ se-Kota Semarang. 2005 sebagai narasumber


(2) Makna dan kegunaan :
Semua karya ilmiah yang saya hasilkan di atas terkait dengan latar belakang pendidikan yang saya tekuni selama ini (S.1 jurusan Tafsir Hadits, S.2 jurusan Etika dan Tasawuf), terkait dengan tugas tambahan saya di IAN Walisongo yang pernah ditugasi sebagai “dosen bina SKK” Institut, maupun terkait dengan keterlibatan saya sebagai aktivis sosial di tengah-tengah masyarakat.
Karya ilmiah yang bertemakan seputar tafsir al-Qur’an tersebut berguna sebagai sumbangsih keilmuan yang saya tekuni terhadap khazanah kajian tafsir al-Qur’an. Karya ilmiah yang bertemakan etika dan tasawuf tersebut berguna sebagai sumbangsih saya terhadap khazanah kajian etika dan tasawuf di Nusantara. Sementara, berbagai kegiatan penelitian maupun survey yang pernah saya lakukan tersebut bermakna dan berguna bagi para steakholder yang terkait. Kemudian karya-karya ilmiah lainnya, ini tentu sebagai bukti kepekaan dan kepedulian saya terhadap problematika masalah sosial kemasyarakatan.

(3) Nilai Inovasi :
Ada ungkapan orang bijak yang berbunyi seperti ini “Tidak ada barang baru di kolong langit ini, semua karya yang pernah kita hasilkan pasti sudah pernah dibaca dan ditulis orang”. Nah sekalipun begitu, semua karya tulis yang pernah saya buat sebagaimana tersebut di atas bisa jadi semuanya bersifat pengulangan, tetapi secara pribadi saya tetap bisa mempertanggung-jawabkannya secara keilmuan sesuai dengan kaidah yang berlalu, disamping tentu saja ada hal-hal baru yang mesti saya kemukakan dari setiap tulisan yang pernah saya hasilkan tersebut.
Sebagai contoh, materi makalah yang berjudul “Model-model Pembelajaran Aktif di Perguruan Tinggi”, yang presentasikan pada forum Workshop Active Learning for Higher Education (ALFHE) bagi dosen muda IAIN Walisongo, tgl. 14 Mei 2010 kemaren sekalipun materi ini bagi dosen-dosen Tarbiyah mungkin dianggap tidak menarik, tapi bagi dosen lain di luar Tarbiyah adalah merupakan ilmu dan pengalaman baru yang bisa dimanfaatkan untuk memperkaya metode pembelajaran di kelas supaya lebih manarik dan tidak membosankan mahasiswa.


B.2. Berikan contoh nyata konsistensi dan target kerja yang Saudara tunjukkan dalam pengembangan keilmuan/keahlian.
Deskripsi :
Konsistensi keilmuan/keahlian : Sebagaimana saya ungkapkan pada point B.1. sub (2). Semua karya ilmiah yang pernah saya hasilkan di atas terkait langsung [konsisten) dengan latar belakang pendidikan yang saya tekuni selama ini (S.1 jurusan Tafsir Hadits, S.2 jurusan Etika dan Tasawuf), terkait dengan mata kuliah yang saya ajarkan (Tafsir, Perkembangan Tafsir di Indonesia, Ulmul Qur’an, MSI), terkait dengan tugas tambahan saya di IAIN Walisongo selama ini maupun terkait dengan keterlibatan saya sebagai aktivis sosial di tengah-tengah masyarakat. Sehingga konsistensinya tampak jelas sekali.
Target kerja :
Beberapa kawan saya sering menyebut bahwa saya ini kategori orang yang “doyan kerja”. Saya tidak pernah membatasi kerja dengan jam masuk/pulang kantor. Hampir setiap hari di kantor UPMA IAIN Walisongo ketika tidak ada lembur pun saya selalu pulang di atas jam 17 sore, sementara umumnya karyawan administrasi di kampus 1 pulang kantor tepat waktu, jam 15.30 WIB. Bagi saya, kebermaknaan kerja itu tidak bisa diukur hanya dari datang/pulang kantor tepat waktu, tetapi dari produktifitas dan target kerja yang dicapai setiap kali kita masuk kantor. Bahkan di hari-hari libur pun (Sabtu-Minggu), saya sering masuk kantor untuk merampung pekerjaan yang belum selesai dikerjakan selama 5 hari kerja yang disepakati selama ini.
Semua pekerjaan keilmuan yang ditugaskan kepada saya selama, alhamdulillah berhasil saya rampungkan sesuai dengan target kerja dan scheduling yang disepakati. Termasuk dalam kaitan ini adalah tugas menyerahkan nilai mahasiswa pada setiap akhir semester, alhamdulillah selalu bisa saya setorkan ke Fakultas tepat waktu.


C. Pengabdian kepada Masyarakat :

C.1. Berikan contoh nyata penerapan ilmu/keahlian Saudara dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Deskripsikan dampak perubahan dan dukungan masyarakat terhadap kegiatan tersebut!
Deskripsi :
Sebagai PNS di lingkungan Kementerian Agama yang kebetulan berprofesi sebagai dosen pada mata kuliah tafsir dan ilmu tafsir, saya telah melakukan serangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat, baik yang terkait langsung dengan pengembangan keilmuan yang saya miliki maupun terkait karena keterlibatan saya sebagai aktivis sosial di tengah-tengah masyarakat. Serangkaian kegiatan tersebut saya jabarkan pada tabel di bawah ini :
No Uraian Kegiatan Pengabdian Tahun Bertugas
1. Khotib tetap Jum’at di beberapa masjid di Semarang : Masjid al-Huda Kampus 1, masjid Kampus 2, masjid kampus 3, masjid al-Falah Perumahan BPI, masjid Nuril Yaqin Rumdis AL Kalibanteng, masjid at-Taqwa RW.III Ngaliyan, masjid at-Taqwa Jl. Gatot Subroto Bambannkerep. 2000 - sekarang
2. Imam dan Penceramah Ramadhan di beberapa masjid di Semarang : Masjid al-Huda Kampus 1, masjid Kampus 2, masjid kampus 3, masjid al-Falah Perumahan BPI, masjid Nuril Yaqin Rumdis AL Kalibanteng, masjid at-Taqwa RW.III Ngaliyan, masjid at-Taqwa Jl. Gatot Subroto Bambannkereb 2000 - sekarang
3. Penceramah rutin pengajian mingguan jum’at sore ibu-ibu di masjid at-Taqwa RW III Ngaliyan. 2005 - sekarang
4. Penceramah tetap pengajian bulanan ibu-ibu PKK Rt.05 Rw.III Ngaliyan. 2005 - sekarang
5. Narasumber utama pengajian bulanan Bapak/Ibu Rt.05 Rw.III Ngaliyan Semarang 2005 - sekarang
6. Pembina Ikatan Remaja Masjid RW.III Ngaliyan 2005 - sekarang
7. Wakil Ketua dan Penceramah Rutin Pengajian Bulanan “An-Nadwa” masjid at-Taqwa RW. III Ngaliyan Semarang 2005 - sekarang
8. Sekretaris Paguyuban Rukun Kematian RW.III Ngaliyan Semarang 2008 - sekarang
9. Seksi Bintal RW.III Ngaliyan 2007 - sekarang
10. Tim Pemantau Independen (TPI) UAN SLTP-SLTA Jateng di Kab. Wonogiri dan Kota Surakarta, tahun 2009. 2009
11. Tim Pemantau Independen (TPI) UAN SLTP-SLTA Jateng di Kab. Batang, tahun 2008. 2008
12. Tim Pemantau Independen (TPI) UAN SLTP-SLTA Jateng di Kab. Banjarnegara, tahun 2007 2007
13. Ketua KPPS TPS 06 Rw.3 Kel. Ngaliyan dalam PILWAKOT Semarang 2010
14. Ketua KPPS TPS 08 Rw.3 Kel. Ngaliyan dalam Pemilu Legislatif Tahun 2009. 2009
15. Aktif di Yayasan/PKBM Indonesia Pusaka Semarang 2008 – sekarang
16. Komite Sekolah di TK ABA 54 Ngaliyan Semarang 2005 – sekarang
17. Sekretaris Takmir Masjid at-Taqwa RW. III Ngaliyan Semarang 2009 - sekarang

Dampak Perubahan :
Keterlibatan saya dalam berbagai kegiatan di masyarakat tampaknya juga membawa pengaruh perubahan di masyarakat. Sebagai contoh, di lingkungan dimana saya sekarang saya berdomisili yang sebelumnya tidak pernah ada pengajian keagamaan di tingkat RT, tetapi sejak tahun 2006 (satu tahun setelah saya tinggal di situ) bisa menyelenggarakan kegiatan pengajian di tingkat RT dan alhamdulillah sampai sekarang terus bisa berjalan rutin setiap bulan, wawasan keagamaan masyarakat setempat juga semakin bertambah luas karena di forum pengajian tersebut selalu kami buka ruang dialog dan tanya jawab keagamaan serta masalah-masalah kontemporer.
Sebagai pembina remaja masjid di tingkat RW dimana saya domisili, saya juga berhasil mengaktifkan kembali kegiatan remaja masjid at-Taqwa RW.III Ngaliyan Semarang yang sudah bertahun-tahun fakum melalui kegiatan pengajian rutin remaja masjid bulanan, membenahi struktur kepengurusan remaja masjid, melibatkan remaja pada berbagai event kepanitiaan kegamaan yang sebelumnya hanya diisi oleh orang-tua.
Keterlibatan saya sebagai komite sekolah di TK ABA 54 Jl. Gatot Subroto Ngaliyan Semarang, bersama-sama dengan tokoh masyarakat serta para dewan guru yang ada, pada akhir tahun 2007 yang lalu bisa memperoleh bantuan dana blockgrand pengembangan TK swasta menjadi TK Pembina Kecamatan senilai Rp. 450 juta dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah yang dengan dana bantuan tersebut kami bisa membangun sarana dan prasarana TK swasta termegah dan terlengkap di kecamatan Ngaliyan Semarang sampai saat ini.

Dukungan Masyarakat :
Semua kegiatan kemasyarakatan yang saya jalani selama ini, senantiasa mendapat dukungan penuh oleh masyarakat, mulai dari level RT, RW, di lingkungan masjid, di lingkungan sekolah dan lain sebagainya. Di level RT dimana saya berdomisili misalnya, pada pilihan kepengurusan RT akhir tahun 2009 yang lalu saya pilih untuk menjadi Sekretaris RT 05 RW III Ngaliyan, di lingkungan masjid at-Taqwa RW.III Ngaliyan saya juga dipercaya sebagai Sekretaris Takmir periode 2010-2015. di TK ABA 54, posisi saya sebagai ketua komite sekolah juga terus didukung dan dipertahankan. Semua ini membuktikan bahwa kehadiran dan kiprah saya di tengah-tengah lingkungan masyarakat bisa diterima sekaligus mendapat dukungan penuh.

C.2. Berikan contoh nyata kemampuan berkomunikasi dan kerjasama yang Saudara tunjukkan dalam pengabdian kepada masyarakat.

Kemampuan berkomunikasi :
Sesunguhnya universitas yang sesungguhnya itu adalah di tengah masyarakat bukan di kampus. Menyadari akan hal itu, maka seyogyanya sebagai insan kampus, lebih-lebih sebagai PNS di lingkungan Kementerian Agama tentu memiliki tugas tambahan yang tidak ringan dibanding dengan PNS lainnya untuk selalu membina kehidupan sosial kemasyarakatan, nah kemampuan berkomunikasi adalah kunci utama untuk bisa membina bekerjasama di tengah-tengah masyarakat tersebut.
Keterlibatan saya di berbagai kegiatan pengabdian masyarakat di atas, adalah bukti bahwa saya bisa membangun berkomunikasi dengan lingkungan secara baik. Selama ini, dimanapun saya berada selalu berusaha untuk menghormati orang yang lebih tua baik secara pengalaman, umur maupun keilmuan. Demikain pula dengan teman/tetangga yang seusia. Kepada anak-anak dan remaja pun saya selalu berusaha untuk tidak menjaga jarak.
Sebagai penceramah pengajian, saya selalu membuka kesempatan dialog di setiap akhir atau tengah-tengah pengajian dengan audiens. Hal ini saya lalukan untuk membangun suasana pengajian yang dialogis (komunikasi dua arah), bisa saling belajar pengalaman dengan para jamaah.

Kemampuan Kerjasama :
Memiliki kemampuan yang baik dalam berkomunikasi adalah modal utama untuk membangun kerjasama dengan masyarakat. Berikut bebera contoh kerjasama yang pernah atau sedang saya lakukan di masyarakat. Sebagai sekretaris Paguban Rukun Kematian Warga RW III Ngaliyan, setiap kali ada peristiwa kematian di lingkungan RW III, saya langsung mengkontak kepada para ketua RT (12 RT) untuk menghimpun uang duka per KK Rp. 2000, yang kemudian setelah uang duka tersebut terkumpul, kemudian kita sumbangkan kepada keluarga yang kena musibah, kegiatan ini sudah berlansung sejak tahun 2008 – sekarang.
Sebagai ketua komite sekolah, pada tahun 2007 yang lalu bersama-sama dengan pengurus yayasan, tokoh-tokoh masyarakat sekitar sekolah dibantu kepala sekolah, alhamdulillah berhasil meyakinkan Kepala Dinas P & K Propinsi Jateng sehingga dipercaya untuk memperoleh proyek TK Pembina Kecamatan senilai Rp. 450 juta untuk membangun TK ABA 54 Ngaliyan.
Sebagai sekretaris yayasan/PKBM Indonesia Pusaka, bersama dengan tokoh-tokoh masyakarat kami bisa menyelenggarakan pendidikan program keaksaraan PAKET B dan PAKET C untuk para PRT “secara gratis” sejak tahun 2008 yang lokasi pembelajarannya di SD Purwoyoso 11 (SD BPI) Ngaliyan Semarang.

D. Manajemen/Pengelolaan Institusi :

D.1. Berikan contoh nyata kontribusi Saudara sebagai dosen, berupa pemikiran untuk
meningkatkan kualitas manajemen/pengelolaan institusi (universitas, fakultas, jurusan, laboratorium, manajemen sistem informasi akademik, dll), implementasi kegiatan, dan bagaimana dukungan institusi terhadap kegiatan tersebut.

Deskripsi :
Pemikiran : Sewaktu masih berkantor di Fakultas, diantara tugas yang diberikan oleh pimpinan Fakultas kepada saya adalah mendaftar peserta ujian munaqosah/skripsi dan komprehensif. Ketika mendesain penjadwalan inilah sekaligus saya membuat database penguji dengan mempertimbangkan aspek profesionalitas keilmuan dan azas pemerataan kesempatan. Pemutakhiran database ini selalu saya upgrade setiap kali membuat jadwal ujian munaqosah/komprehensif di fakultas. Kemudian di setiap akhir awal semester saya membuat rekap/laporan tertulis kepada pimpinan. Dalam implementasi kegiatan : suatu hari ada komplain dari dosen senior kepada pimpinan fakultas karena merasa penjadwalan menguji munaqosahnya sangat minim. Sempat terungkap kata-kata bahwa penjadwalan munaqosah “tidak adil dan tidak merata”. Atas kasus ini, saya diminta oleh pimpinan untuk menunjukkan sekaligus menjelaskan hasil rekap database penguji ujian munaqosah/komprehensif, setelah melihat data tersebut, endingnya dosen yang bersangkutan bisa memahami dan menerima. Atas inisiatif pembuatan induk database penguji munaqosah/komprehensif ini, pimpinan Fakultas terutama Pembantu Dekan 1 sangat setuju dan mendukung penuh atas usaha tersebut.

Pemikiran : Pada waktu awal-awal sebagai dosen Bina SKK Institut, saya mengusulkan kepada Pimpinan IAIN supaya ada program kegiatan yang bisa mempertemukan antara pimpinan IAIN, pemilik kos-kosan mahasiswa, tokoh-tokoh masyarakat di sekitar kampus, dan para mahasiswa. Kegiatan ini penting untuk membangun sillaturahmi dari hati-kehati dengan berbagai elemen masyarakat yang terkait, karena sering ada komplain dari masyarakat atas berbagai perilaku asosial mahasiswa di kos kosan. Implementasi kegiatan, atas usul tersebut pimpinan IAIN setuju dan mendukung penuh. Setiap tahun bidang kemahasiswaan memiliki alokasi anggaran khusus untuk program “bina lingkungan” tersebut. Lokasi pertemuan bisa bergantian pernah di aula kampus 1, tetapi yang paling sering adalah di beberapa masjid dan Balai Kelurahan yang ada di sekitar kampus. Beragaman manfaat bisa didapatkan atas implementasi program bina lingkungan kampus tersebut, sehingga pimpinan IAIN mendukung penuh atas implementasi program tersebut, namun sayang sepertinya akhir-akhir ini program bina lingkungan tersebut tidak berlanjut alias mandeg.

Pemikiran : Pada tahun 2008 awal, saya bersama anggota tim lainnya oleh Pimpinan IAIN diberi tugas untuk mengawal pengusulan PK-BLU IAIN Walisongo ke Menteri Keuangan melalui Menteri Agama. Kesempatan sebagai anggota tim BLU inilah saya laksanakan dengan sebaik-baiknya tentu dengan mempersiapkan berbagai dokumen yang diperlukan sebagai persyaratan pengusulan tersebut. Lebih dari 6 bulan saya dan anggota TIM inti lainnya berjibaku mempersiapkan pengusulan BLU tersebut, dan hasilnya alhamdulillah Maret 2009 Menteri Keuangan RI menyetuji penerapan PK-BLU di IAIN Walisongo Semarang. Implementasi program : Terhitung sejak Maret 2009 manajemen pengelolaan administrasi keuangan di IAIN Walisongo beralih dari pola SATKER ke Manajemen BLU. Banyak kemudahan yang diharapkan diperoleh dari penerapan manajemen pengelolaan keuangan dengan model BLU ini, diantaranya adalah IAIN bisa mengusulkan tarif khusus, civitas akademika bisa memperoleh remunerasi dan reward atas prestasi kerjanya, dan lain-lainnya.

D.2. Berikan contoh nyata kendali diri, tanggungjawab, dan keteguhan pada prinsip yang Saudara tunjukkan sebagai dosen dalam implementasi manajemen/ pengelolaan institusi.

Deskripsi:
Kendali diri : Selama menjalankan tugas di IAIN, saya selalu berusaha untuk bisa menempatkan diri dan memiliki pengendalikan diri. Dua modal inilah, yang bisa jadi menyebabkan saya yang meskipun hanya sebagai dosen biasa yang diberi tugas tambahan sebagai staf ahli di UPMA IAN Walisongo, alhamdulillah saya bisa bergaul dan diterima oleh semua civitas akademika IAIN Walisongo, mulai dari satpam, cleaning servis, staf administrasi, mahasiswa dan pejabat kampus. Disamping itu, sebagai staf ahli di Unit Penjaminan Mutu Akademik saya selalu berusaha untuk menjalankan tugas-tugas manajerial sesuai dengan tupoksi yang diberikan pimpinan UPMA kepada saya.
Tanggungjawab :
Semua pekerjaan dosen yang ditugaskan kepada saya selama ini, alhamdulillah berhasil saya rampungkan sesuai dengan target kerja dan scheduling yang disepakati. Termasuk dalam kaitan ini adalah tugas menyetorkan nilai mahasiswa pada setiap akhir semester, alhamdulillah selalu bisa saya setorkan ke Fakultas tepat waktu.
Tugas sebagi pembimbing mahasiswa, terutama dalam penulisan skrispsi, saya selalu menyediakan waktu konsultasi kepada mahasiswa bimbingan saya, tidak hanya pada jam kantor, di rumah atau ketemu di jalan pun saya layani. Ini saya jalankan sebagai bagian dari tanggungjawab saya sebagai dosen pembimbing.
Semua tugas pekerjaan kantor terutama yang terkait dengan penugasan sebagai panitia kegiatan kampus secara ad hoc, alhamdulillah semua bisa saya laksanakan secara baik dan dan penuh tanggungjawab.

Keteguhan pada prinsip :
Selama menjalankan tugas di institusi, saya selalu berusaha menjalankannya dengan sepenuh hati serta mentaati prinsip-prinsip yang berlaku. Sekali saya menyatakan sanggup dalam melaksanakan tugas, selama itu pula loyalitas, dedikasi saya curahkan dengan sepenuh hati. Mungkin orang pernah mendapati saya “keras kepala”, terutama dalam hal memegang prinsip serta berkaitan dengan produktifitas serta target kerja. Sekalipun begitu, dalan setiap kesempatan bergaul saya selalu berusaha bersifat “cool” dan berusaha menerima masukan bahkan kritikan yang “pedas” sekalipun dari perbagai pihak.

E. Peningkatan Kualitas Kegiatan Mahasiswa :
E.1. Berikan contoh nyata peran Saudara sebagai dosen, berupa kegiatan atau pemikiran dalam meningkatkan kualitas kegiatan kemahasiswaan dan dukungan institusi terhadap implementasinya.

Deskripsi:
- Terhitung sejak Pebruari 2004 s/d April 2008 selain sebagai dosen di jurusan Tafsir Hadits Fakultas Ushuluddin, oleh Rektor IAIN Walisongo saya diberi tambahan tugas baru sebagai dosen Bina SKK Institut dengan tugas utama mendampingi berbagai kegiatan kemahasiswaan, terutama yang terkait dengan persoalan organisasi, intelektualitas serta bakat minat mahasiswa. Kesempatan sebagai dosen Bina SKK Institut inilah yang memungkinkan saya bisa berperan aktif dalam menyumbangkan gagasan maupun meningkatkan kualitas kegiatan kemahasiswaan di lingkungan IAIN Walisongo.
- Inilah tabel dari beberapa kegiatan yang pernah saya lakukan :

Bidang Peran yang pernah dilakukan Dukungan Institusi dlm Implementasi
Organisasi Pada tahun 2004 bersama dengan tokoh-tokoh mahasiswa dan anggota tim yang lain, kami berhasil merumuskan tata aturan baru organisasi kemahasiswaan di IAIN Walisongo, yang aturan ini kemudian menjadi pedoman organisasi intra kampus di lingkungan IAIN Walisongo. Pimpinan IAIN memberikan dukungan penuh atas usaha ini, terbukti dengan dengan dikeluarkannya SK Rektor No. 3 & 4 tahun 2005 yang mengatur Aturan Umum Organisasi dan Aturan Pelaksanaan Organisasi Kemahasiswaan.
Pada akhir 2007, karena ada edaran SK Dirjen Pendis tentang tata aturan baru kegiatan mahasiswa PTAI yang dgn SK tersebut mengharuskan semua organisasi kemahasiswaan di lingkungan PTAI harus menyesuaikannya, bersama tokoh-tokoh mahasiswa dan anggota tim yg lain, kami juga berhasil merumuskan aturan baru sebagai tindaklanjut dari edaran Dirjen tersebut sekaligus sebagai revisi atas SK Rektor No. 3 & 4 tahun 2005, yang dengan aturan ini semua organisasi intra kampus di IAIN Ws wajib mempedomaninya. Pimpinan IAIN juga memberikan dukungan penuh atas usaha ini, terbukti dengan dengan dikeluarkannya SK Rektor No. 9 tahun 2008 yang mengatur Aturan Umum Organisasi dan Pelaksanaan Organisasi Kemahasiswaan di lingkungan IAIN Walisongo.
Intelektual Pada tahun 2005 s/d 2006 Saya diberi tugas mengawal Tim diskusi mahasiswa Walisongo yang diberi tugas utk berpartisipasi aktif dalam program “Diskusi Mahasiswa Jawa Tengah” yang disiarkan seraca “live” oleh TVRI Semarang, kegiatan ini merupakan kerjasama Dinas P&K Jateng, TVRI Jateng dan 7 PTN/PTS ternama di Jateng (Undip, Unnes, IAIN Ws, Unika, UKSW, UNS, Unsoed). Pimpinan IAIN Walisongo mendukung penuh kegiatan ini terbukti dengan memberikan berbagai fasilitas yang dibutuhkan serta dukungan finansial yang diperlukan.
Untuk merangsang kreatifitas dan intelektualitas mahasiswa saya mengusulkan kepada pimpinan IAIN untuk memberikan reward kepada setiap mahasiswa yang berhasil menulis artikel yang dimuat di media massa maupun mampu mengukir prestasi/kejuaran baik dalam scala lokal, daerah,maupun nasional. Pimpinan IAIN memberikan apresisi penuh atas usulan ini dengan menyediaan anggaran khusus sebagai penghargaan atas penulisan artikel mahasiswa yg dimuat di media massa dan penghargaan atas prestasi/ kejuaraan yang diperoleh mahasiswa di berbagai level tingkatan.
Workshop Mahasiswa Sejak tahun 2004, saya terus berusaha meningkatkan anggaran bidang kemahasiswaan terutama yang terkait dengan kegiatan “workshop”. Hasilnya menggembirakan, karena sejak 2005 ada kenaikan anggaran maupun jumlah workshop yang diperoleh bidang kemahasiswaan secara signifikan (2005 : 5 keg workshop, 2006 : 10 keg. Workshop, 2007 : 15 keg. Workshop, 2008 : 20 kegiatan workshop bidang kemahasiswaan). Rektor IAIN Walisongo memberikan dukungan penuh atas berbagai inisiatif yang kami usulkan guna meningkatkan kualitas maupun kuantitas kegiatan kemahasiswaan.
MTQ Mahasiswa Sejak tahun 2005, saya berperan aktif dlm mendesain awal dan menggodok calon kontingen mahasiswa IAIN Walisongo yang akan berlaga pada event MTQ Mahasiswa Jawa Tengah yang meliputi kontingen tilawah (pa+pi), hafidz-hafidhoh, mufassir al-Qur’an (pa+pi). Hasilnya al-hamdulillah, sejak MTQ Mahasiswa Jawa Tengah 2005 s/d 2008 IAIN Walisongo Semarang selalu mendapat predikat sebagai juara umum MTQ Mahasiswa se-Jawa Tengah. Pimpinan IAIN memberikan apresisi penuh atas kegiatan ini diantaranya melalui penyediaan dana mulai dari seleksi awal calon kontingen, workshop khusus kontingen MTQ, TC kontingen, sampai penyediaan sarana prasana serta fasilitas bagi kontingen dan Tim MTQ Mahasiswa. Hasilnya, IAIN Walisongo sejak 2005 – 2009 selalu menggondol prestasi juara umum MTQ Mahasiswa se Jawa Tengah.
Bakat Minat Pada tahun 2006, sebagai dosen bina SKK dan pembina pramuka, saya berperan aktif dlm mempersiapkan kontingen pramuka IAIN Walisongo yang akan mengikuti perkemahan Wirakarya Nasional di Padang Sumatra Barat. Pimpinan IAIN memberikan apresisi penuh atas kegiatan ini diantaranya dengan menyediakan biaya yang cukup untuk kegiatan perkemahan Wirakarya di Padang tersebut.
Pada Kegiatan PIONER Mahasiswa PTAI di Bandung pada tahun 2005 maupun di Pontianak Kalbar pada tahun 2007, saya juga berperan aktif dalam mempersiapkan kontingen Walisongo. Dan hasilnya alhmadulillah pada PIONER PTAI Tahun 2007 di Pontianak IAIN Walisongo berhasil menggondol predikat “juara umum” tingkat nasional mengalahkan UIN Jakarta dan UIN Malang. Pimpinan IAIN memberikan apresisi penuh atas kegiatan ini diantaranya melalui penyediaan dana mulai dari seleksi awal calon kontingen, workshop khusus kontingen, TC kontingen, sampai penyediaan biaya tranfortasi, sarana prasana serta fasilitas bagi kontingen dan Tim yang ditugasi.



E.2. Berikan contoh nyata interaksi yang Saudara tunjukkan dalam peningkatan kualitas kegiatan mahasiswa dan manfaat kegiatan baik bagi mahasiswa institusi Saudara, maupun pihak lain yang terlibat.

Deskripsi:
Interaksi dengan mahasiswa :
- Sebagai dosen di Fakultas Ushuluddin, saya selalu berusaha melakukan interaksi dengan mahasiswa secara baik dan komunikatif, terutama yang terkait dengan tugas-tugas tri darma perguruan tinggi. Sebagai contoh, kegiatan perwalian mahasiswa. Sebagai wali mahasiswa saya berusaha menempatkan diri sebagai orang tua mahasiswa yang di kampus, tempat berkonsultasi kegiatan akademik, bahkan sering diajak curhat terhadap persoalan-persoalan pribadi mereka. Semua tugas ini saya lakukan dengan senang hati. Dan Mahasiswa pun senang atas pelayanan saya ini.
- Sebagai pembimbing mahasiswa, baik dalam kegiatan PPL/KKL, KKN maupun penulisan skripsi saya selalu berusaha untuk melaksanakannya dengan penuh tanggungjawab. Bahkan terhadap pembimbingan skripsi, saya menyediakan waktu konsultasi tak terbatas, mareka bisa berkonsultasi di kampus, di kantor, di rumah bahkan ketemu di jalan pun saya layani. Ini saya lakukan karena menyadari bahwa penulisan skrispsi itu adalah tugas terberat mahasiswa selama ini, maka jangan diperberat lagi dengan proses pembimbingan yang diperumit oleh dosen pembimbing yang sulit ditemui.
- Data tentang bebagai kegiatan kemahasiswaan di atas adalah bukti nyata bahwa selama selama 4 tahun sebagai dosen pembina kegiatan kemahasiswaan di Institut saya bisa berkomunikasi, berinteraksi dan bekerjasama dengan berbagai tokoh mahasiswa di lingkungan IAIN Walisongo secara kontinyu dan berhasil guna.

Manfaat kegiatan mahasiswa :
Nama Kegiatan Manfaat Kegiatan
1. Pada tahun 2005 s/d 2006 Saya diberi tugas mengawal Tim diskusi mahasiswa Walisongo yang diberi tugas utk berpartisipasi aktif dalam program “Diskusi Mahasiswa Jawa Tengah” yang disiarkan seraca “live” oleh TVRI Semarang, kegiatan ini merupakan kerjasama Dinas P&K Jateng, TVRI Jateng dan 7 PTN/PTS ternama di Jateng (Undip, Unnes, IAIN Ws, Unika, UKSW, UNS, Unsoed).
- Bagi mahasiswa, kegiatan ini sbg aktualisasi diri dan membangun kumunikasi dg para aktifis mhs dari PTN/PTS se Jawa Tengah.
- Bagi IAIN, kegiatan ini bisa dipakai sbg sosialisasi institusi
2. Untuk merangsang kreatifitas dan intelektualitas mahasiswa saya mengusulkan kepada pimpinan IAIN untuk memberikan reward kepada setiap mahasiswa yang berhasil menulis artikel yang dimuat di media massa maupun mampu mengukir prestasi/kejuaran baik dalam scala lokal, daerah,maupun nasional.
- Bagi mahasiswa reward ini dipandang sebagai kebanggaan sekaligus hadiah atas kreatifiatas mereka
- Bagi IAIN kegiatan semacam ini sbg bukti kepedulian dan tanggungjawab intitusi atas prestasi mhs.
3. Sejak tahun 2004, saya terus berusaha meningkatkan anggaran bidang kemahasiswaan terutama yang terkait dengan kegiatan “workshop”. Hasilnya menggembirakan, karena sejak 2005 ada kenaikan anggaran maupun jumlah workshop yang diperoleh bidang kemahasiswaan secara signifikan (2005 : 5 keg workshop, 2006 : 10 keg. Workshop, 2007 : 15 keg. Workshop, 2008 : 20 kegiatan workshop bidang kemahasiswaan).
- Ajang pengayaan kreatifias, bakat minat, bekal kepemimpinan bagi mahasiswa.
- Bagi IAIN, pengelondoran dana workshop ini adalah untuk Penambahan bekal life skill bagi para mahasiswa.

4. Sejak tahun 2005, saya berperan aktif dlm mendesain awal dan menggodok calon kontingen mahasiswa IAIN Walisongo yang akan berlaga pada event MTQ Mahasiswa Jawa Tengah yang meliputi kontingen tilawah (pa+pi), hafidz-hafidhoh, mufassir al-Qur’an (pa+pi). Hasilnya al-hamdulillah, sejak MTQ Mahasiswa Jawa Tengah 2005 s/d 2008 IAIN Walisongo Semarang selalu mendapat predikat sebagai juara umum MTQ Mahasiswa se-Jawa Tengah.
- Ajang aktualisasi diri, terutama bagi para mahasiswa pecinta qori’ qoriah, hafidz-hafidhoh, mufassir-mufassiroh di IAIN Walisongo.
- Bagi IAIN, adalah sebagai ajang untuk pembibitan kader qori’-qoriah dst & partisipasi kegiatan di tingkat Jawa Tengah.

5. Pada tahun 2006, sebagai dosen bina SKK dan pembina pramuka, saya berperan aktif dlm mempersiapkan kontingen pramuka IAIN Walisongo yang akan mengikuti perkemahan Wirakarya Nasional di Padang Sumatra Barat.
- Bagi mahasiswa, sbg ajang sillaturahmi dan aktualisasi diri
- Bagi IAIN adl sbg bukti partisipasi kegiatan di level nasional.
6. Pada Kegiatan PIONER Mahasiswa PTAI di Bandung pada tahun 2005 maupun di Pontianak Kalbar pada tahun 2007, saya juga berperan aktif dalam mempersiapkan kontingen Walisongo. Dan hasilnya alhmadulillah pada PIONER PTAI Tahun 2007 di Pontianak IAIN Walisongo berhasil menggondol predikat “juara umum” tingkat nasional mengalahkan UIN Jakarta dan UIN Malang.

- Bagi mahasiswa, sbg ajang sillaturahmi dan aktualisasi diri.
- Bagi IAIN adl sbg bukti ukiran prestasi mahasiswa IAIN Walisongo di level nasional.


PERNYATAAN DOSEN :
Saya dosen yang membuat deskripsi diri ini menyatakan bahwa
semua yang saya diskripsikan adalah benar aktivitas saya dan saya sanggup
menerima sanksi apapun termasuk penghentian tunjangan
dan mengembalikan yang sudah diterima apabila pernyataan ini
dikemudian hari terbukti tidak benar.



Semarang, 18 Mei 2010
Dosen Yang Diusulkan,





MOH. MASRUR

Mengesahkan,
Dekan Fak. Ushuluddin





Dr. H. Abdul Muhaya, MA. Mengetahui,
Ketua Jurusan Tafsir Hadits





Dr. A. Hasan Asy’ari U, M.Ag.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar